Selasa, 16 Mei 2017

      ____VISI DAN MISI___

 
VISI DAN MISI CALON KETUA (IKB-PMPT ) KORWIL SURABAYAPERIODE 2016/2017

VISI
Melalui Poragisasi Ikb-Pmpt Ini Mewuujudkann  Pelajar Dan Mahasiswa  Tolikara Yangt Ber4kualitas Dalam Mmoralitas, Intelektual Serta Berkebribadian Yaqng Tanggu Untuk Mengabdi Kepada Masya\Rakat Serta Terus Berperang Aktif Dalam Dunia Kerja.
MISSI
1.      Membina, Mendidik, Melati Dan Memberdayakan Sdm Tolikara Berinteraksi Dan Sinegris Yang Bermanfaat
2.      Membanggun Hubungan Kerja Sama Gunameningkatkan Mentalitras Anggota Organisasi Ikb-Pmpt Secara Menjeluruh.

Motto:
Maju Lebih Melangka
Melangka Meraih Perestasi

NAMA :   Weliben weya
          TTL     :    Banggeri 03/08/1993


Kritik Dan Saran Bersifat Membanggun Lewat : Hp.082399735229

POLITIK DAN ADMINISTRASI Agraria


PENGERTIAN POLITIK

Adalah  proses pembentukan  dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat  yang antara lain berwujudproses pembuatan  keputusan, khususnya dalam Negara.

Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik, selain itu :

  1. Politik adalah usaha  yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

  2. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan  dan Negara.

  3. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

PENGERTIAN HUKUM AGRARIA.

Ada beberapa pengertian Hukum Agraria  yang keseluruhannya dipergunakan atau bahkan dilaksanakan sebagai pedoman untuk  Hukum Agraria antara lain :

a.Hukum Agraria adalah keseluruhan kaidah hukum tertulis dan tidak tertulis yang mengatur Agraria.  Menurut Undang-Undang No.5 Tahun 1960, (Undang-Undang Pokok Agraria) yang dimaksud dengan Agraria adalah bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, bahkan sampai batas-batas tertentu termasuk juga ruang angkasa.   Seluruh bumi, air, ruang angkasa dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya yang termasuk kedalam wilayah Indonesia adalah karunia Tuhan yang maha Esa dan merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

b. Hukum Agraria ialah bagian dari bidang hukum Perdata yang mengatur perihal penguasaan atas sumber-sumber alam yang melekat dan terkandung dalam tanah, yang bertaian dengan sistem hukum yang melahirkan politik hukum tanah dan agraria yang menentukan pengelolaan tanah dan sumber-sumber alam yang ada di dalamnya.

RUANG LINGKUP.

Ruang Lingkup Politik dan Administrasi Agraria meliputi , Hukum  Politik, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara,  Hukum Agraria,  Hukum Perdata, Hukum Perdata Barat, Hukum Islam, Hukum Adat, Hukum Lingkungan Hidup, Hukum Kehutanan, Hukum Antar Golongan, Hukum Ekonomi.

TUJUAN  POLITIK DAN ADMINISTRASI AGRARIA.

Untuk  mengetahui terhadap perubahan –  perubahan  perkembangan  Hukum Agraria, sejak jaman Kolonial sampai dengan  jaman Reformasi

Selain itu pengertian hukum Agraria ada juga pengertian Hukum Tanah  yang berobyek  pada penguasaan atas tanah

Hukum Tanah :

Adalah bagian dari hukum Perdata yang lebih luas  lagi  dan meliputi Hukum Agraria didalamnya yang mengatur perihal penguasaan tanah dalam arti luas, yang bertalian dengan semua tanah yang ada seutuhnya dan hubungan hukumnya yang kongkret  dengan  manusia , menurut lembaga / pranata / peraturan  hukum yang berlaku .

PERBEDAAN   HUKUM  TANAH  DAN  HUKUM AGRARIA

1. Hukum Agraria

  • Obyeknya ialah penguasaan atas sumber-sumber alam yang ada pada tanah.
  • Penekanannya  ialah pada sistem-sistem / stelsel-stelsel serta prinsip-prinsip hukum yang semuanya melahirkan garis-garis perpolitikan atas tanah dan pengaturan penguasaannya oleh manusia.

2. Hukum Tanah

  • Obyeknya ialah penguasaan atas tanah, dengan segala sesuatu yang ada padanya.
  • Penekanannya ialah pada peraturan-peraturan hukum sebagai lembaga-lembaga / pranata hukum yang ada, yang semuanya mengatur tentang tanah dan hubungan hukumnya dengan manusia menurut status hukumnya masing-masing.

Selain itu  menurut  Undang-Undang Pokok Agraria  1960  bahwa pengertian bumi  (berupah tanah)  bukan hanya meliputi permukaan bumi itu saja, tetapi juga termasuk tubuh bumi dan kekayaan yang berada dibawah air, yang dimaksud dengan air adalah air laut (lautan) maupun perairan pedalaman  dan lautan tersebut hanyalah terbatas pada laut yang termasuk wilayah Negara  Republik Indonesia (ayat 5 ), ruang angkasa adalah ruang angkasa diatas bumi dan lautan yang termasuk wilayah Republik Indonesia  (ayat 6 )

Seluruh Bumi, Air, Ruang Angkasa, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara , oleh karenanya Negara berwenang untuk  :


1)    Mengatur, menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, dan pemeliharaan  terhadapnya.

2)   Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang  dengan bumi, air dan ruang angkasa.

3)   Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang dan perbuatan hukum yang mengenai  bumi, air,dan ruang angkasa.

Weliben weya


POLITIK DAN ADMINISTRASI  AGRARIA.

          












      PENGERTIAN POLITIK

Adalah  proses pembentukan  dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat  yang antara lain berwujudproses pembuatan  keputusan, khususnya dalam Negara.

Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik, selain itu :

  1. Politik adalah usaha  yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

  2. Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan  dan Negara.

  3. Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.

PENGERTIAN HUKUM AGRARIA.

Ada beberapa pengertian Hukum Agraria  yang keseluruhannya dipergunakan atau bahkan dilaksanakan sebagai pedoman untuk  Hukum Agraria antara lain :

a.Hukum Agraria adalah keseluruhan kaidah hukum tertulis dan tidak tertulis yang mengatur Agraria.  Menurut Undang-Undang No.5 Tahun 1960, (Undang-Undang Pokok Agraria) yang dimaksud dengan Agraria adalah bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, bahkan sampai batas-batas tertentu termasuk juga ruang angkasa.   Seluruh bumi, air, ruang angkasa dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya yang termasuk kedalam wilayah Indonesia adalah karunia Tuhan yang maha Esa dan merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

b. Hukum Agraria ialah bagian dari bidang hukum Perdata yang mengatur perihal penguasaan atas sumber-sumber alam yang melekat dan terkandung dalam tanah, yang bertaian dengan sistem hukum yang melahirkan politik hukum tanah dan agraria yang menentukan pengelolaan tanah dan sumber-sumber alam yang ada di dalamnya.

RUANG LINGKUP.

Ruang Lingkup Politik dan Administrasi Agraria meliputi , Hukum  Politik, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara,  Hukum Agraria,  Hukum Perdata, Hukum Perdata Barat, Hukum Islam, Hukum Adat, Hukum Lingkungan Hidup, Hukum Kehutanan, Hukum Antar Golongan, Hukum Ekonomi.

TUJUAN  POLITIK DAN ADMINISTRASI AGRARIA.

Untuk  mengetahui terhadap perubahan –  perubahan  perkembangan  Hukum Agraria, sejak jaman Kolonial sampai dengan  jaman Reformasi

Selain itu pengertian hukum Agraria ada juga pengertian Hukum Tanah  yang berobyek  pada penguasaan atas tanah

Hukum Tanah :

Adalah bagian dari hukum Perdata yang lebih luas  lagi  dan meliputi Hukum Agraria didalamnya yang mengatur perihal penguasaan tanah dalam arti luas, yang bertalian dengan semua tanah yang ada seutuhnya dan hubungan hukumnya yang kongkret  dengan  manusia , menurut lembaga / pranata / peraturan  hukum yang berlaku .

PERBEDAAN   HUKUM  TANAH  DAN  HUKUM AGRARIA

1. Hukum Agraria

  • Obyeknya ialah penguasaan atas sumber-sumber alam yang ada pada tanah.
  • Penekanannya  ialah pada sistem-sistem / stelsel-stelsel serta prinsip-prinsip hukum yang semuanya melahirkan garis-garis perpolitikan atas tanah dan pengaturan penguasaannya oleh manusia.

2. Hukum Tanah

  • Obyeknya ialah penguasaan atas tanah, dengan segala sesuatu yang ada padanya.
  • Penekanannya ialah pada peraturan-peraturan hukum sebagai lembaga-lembaga / pranata hukum yang ada, yang semuanya mengatur tentang tanah dan hubungan hukumnya dengan manusia menurut status hukumnya masing-masing.

Selain itu  menurut  Undang-Undang Pokok Agraria  1960  bahwa pengertian bumi  (berupah tanah)  bukan hanya meliputi permukaan bumi itu saja, tetapi juga termasuk tubuh bumi dan kekayaan yang berada dibawah air, yang dimaksud dengan air adalah air laut (lautan) maupun perairan pedalaman  dan lautan tersebut hanyalah terbatas pada laut yang termasuk wilayah Negara  Republik Indonesia (ayat 5 ), ruang angkasa adalah ruang angkasa diatas bumi dan lautan yang termasuk wilayah Republik Indonesia  (ayat 6 )

Seluruh Bumi, Air, Ruang Angkasa, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara , oleh karenanya Negara berwenang untuk  :


1)    Mengatur, menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, dan pemeliharaan  terhadapnya.

2)   Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang  dengan bumi, air dan ruang angkasa.

3)   Menentukan dan mengatur hubungan hukum antara orang dan perbuatan hukum yang mengenai  bumi, air,dan ruang angkasa.

Weliben weya


Sabtu, 27 Juni 2015

Prinsip Hidup Yang Bagus

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.
Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya


Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…


Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Sumber: ELLAMECH WEYASIH

Weliben weya

free stats

Kisah Kerukunan Papua di Warung Bakso Yogya Tolikara

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 18:30 WIB
Kisah Kerukunan Papua di Warung Bakso Yogya Tolikara
Ilustrasi Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, awal Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi
TEMPO.COKarubaga-Rumah berpondasi batu dan berdinding papan dengan atap  warna biru mengingatkan  Tempo pada honai, rumah tradisional rakyat Papua.  Rumah itu berdiri tepat di pertigaan jalan masuk Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara, Papua . Di depan rumah  itu tegak berdiri papan peta Kabupaten Tolikara .

Di seberangnya, papan penunjuk arah  dengan panah lurus bertuliskan  Kabupaten Puncak Jaya, dan arah panah ke kanan bertuliskan Karubaga, 0 Km.  












Taksi yang ditumpangi Tempo berbelok ke arah kanan memasuki kota Karubaga. Hujan semakin deras pada Jumat, 11 Desember 2015 sore. Dari satu tebing , tampak susunan rumah warga berdiri di pebukitan dan lembah.  Lapangan pacu bandara Karubaga sepi, tak ada pesawat yang parkir.

SIMAK: Susuri Papua Via Wamena-Tolikara: Preman Terminal Berkuasa)
Pegunungan menjulang tinggi seperti benteng yang melindungi Tolikara . Tolikara berada di ketinggian sekitar 3.000 kaki dari atas permukaan laut.  “Jika lihat peta Papua, letak Tolikara itu tepat di tengah pulau Papua. Tolikara itu jantungnya Papua,” kata Kepala bagian Humas Pemda Tolikara, Derwes Djigwa saat bertemu Tempo.

Ini kedua kalinya Tempo berkunjung ke Tolikara. Sebelumnya  pada 17 Juli 2015, ketika itu  Tolikara diguncang aksi protes para peserta Kebaktian dan Kebangunan Rohani internasional yang diadakan oleh Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Para peserta memprotes  penggunaan alat pengeras suara saat shalat Id di halaman Koramil 1702-11 Karubaga. Protes  berujung pada penembakan ke arah pemrotes  dan 60 rumah toko (ruko) dibakar.  Dalam penembakan aparat Polres Tolikara, 1 orang tewas dan 11 orang terluka.










Menurut  pengurus GIDI Tolikara yang diwawancarai Tempo pada 19 Juli lalu, sudah disepakati kedua umat berbeda agama ini menjalankan kegiatannya secara bersama-sama, saling menjaga dan menghormati kegiatan masing-masing. Untuk itu, sholat Id disepakati tidak menggunakan alat pengeras suara.  Dan, sebelumnya pun, menurut Derwes, sholat Id tidak menggunakan pengeras suara.

Suasana  menyambut Natal  terasa sekali di Karubaga pada Jumat sore pekan kedua Desember 2015.  Rumah-rumah warga dihiasi aksesoris Natal .  Orang-orang muda sedang merayakan  Natal ketika Tempo memasuki halaman Villa Melanesia . Villa ini merupakan satu dari tiga penginapan yang tersedia di Tolikara yang pemiliknya warga Papua asal Tolikara.  










Dengan mengendarai sepeda motor, Tempo menyusuri  keramaian di kota Karubaga yang berada di dataran rendah. Jaraknya sekitar 500 meter dari Villa Melanesia.   Warung-warung sembako dan warung makanan masih ramai dikunjungi pembeli meski  jam menunjukkan pukul  7 malam. Orang-orang bebas berjalan kaki dan bercengkerama di pinggir jalan . Mereka mengenakan baju hangat karena malam itu suhu udara cukup membuat Tempo menggigil, gigi gemerak.

Keesokan harinya Tempo diberitahu oleh Nico Hisage, supir taksi dengan rute Wamena-Tolikara, suhu udara di Tolikara pada Jumat malam, 11 Desember 2015 berkisar 10-12 derajat Celsius. 

Melawan dingin dan perut lapar, Tempo memesan bakso dan nasi soto ayam di warung makan bakso Yogya yang dikelola para pendatang dari Jawa Tengah.  Menurut  Hosim, yang melayani para pembeli , warung bakso Yogya sudah ada di Tolikara sejak tahun 2008. Letaknya di kawasan Giling Batu, ujung landasan pacu bandara Karubaga. Namun, saat pecah rusuh pada 17 Juli 2015 __ saat itu umat Muslim merayakan Idul Fitri __ warung ditutup. “Mereka mengungsi karena takut , biasanya mereka sementara tinggal di Wamena,” kata Derwes menjelaskan.

Sejumlah pembeli semakin ramai malam itu. Dua wanita, satu berhijab, dengan dialek Jawa bercampur Papua menyapa para pembeli. Warga Papua asli  yang sedang menikmati makan malam menyapa balik dengan senyuman lebar. Seorang  pria  Papua  usia 50-an melontarkan  lawakan yang mengundang tawa para pembeli.  

Beberapa menit kemudian, dua aparat polisi berpakaian sipil memesan makanan . Mereka memilih semeja dengan dua remaja pria Papua yang sedang lahap memakan bakso dan nasi campur. Mereka saling tersenyum, meski tanpa berbicara.  Mereka asyik melahap makanannya.

Di warung bakso Yogya warga pendatang dan Papua saling bertukar informasi tentang apa saja.  Mereka juga tahu jika ada pembeli yang sudah lama tak kelihatan di Karubaga. “Kemana saja, kamu. Lama tak kelihatan ya?” kata Derwes kepada Agus, seorang pelayan yang saat itu asyik menikmati makan malamnya. “Pulang kampung, Pak. Nikah,” ujarnya tersenyum.

Perut kenyang, Tempo bergegas menyusuri kota Karubaga. Dari kawasan Giling Batu, Tempo menyaksikan toko pakaian, sepatu dan bengkel motor masih buka. Para pedagang mengobrol sambil menunggu pembeli.

Berputar ke arah Koramil 1702-11 Karubaga, sebuah  masjid berukuran sekitar 12 x 12 meter persegi berdiri di sebelah kantor Koramil. Masjid ini menggantikan mushola yang dilalap api saat rusuh pada 17 Juli 2015 karena letaknya bergandengan dengan ruko-ruko.







Cahaya lampu listrik menerangi masjid yang masih dalam tahap pembangunan akhir.  Sedangkan di atas lahan bekas mushola yang dilalap api tampak berdiri bangunan permanen yang sedang dibangun. “Bangunan itu nanti jadi kantor distrik (kecamatan) Karubaga,” kata Derwes.

Malam semakin larut. Tempo bergegas kembali ke penginapan di Villa Melanesia yang letaknya di atas bukit. Sesaat Tempo teringat  untuk mencari tempat hiburan  malam di Tolikara seperti karaoke, bioskop atau taman bermain.  Suasana Karubaga begitu sepi di akhir pekan. Derwes mendadak tertawa  keras. “Tidak ada bioskop dan karaoke di Tolikara. Gereja (GIDI) melarang ada bioskop dan karaoke di Tolikara. Warga diimbau bermain bersama keluarga dan tetangga.”  

Tolikara  sepi malam itu, namun tak lagi mencekam  seperti  tujuh bulan lalu saat Tolikara diguncang konflik berdarah yang membuat  warga ketakutan  lalu mengungsi  ke luar kota, bahkan ada yang lari masuk hutan. 

MARIA RITA

Komentar

Baca Juga


motivasi

Di dalam hati dan juga langkah kakiku tercipta sebuah impian untuk mewujudkan harapan dari orang yang menanti diriku. Mungkin saya s...